Ia membedakan konsep entrepreneurship education dengan entrepreneurial education. Pendekatan kedua dinilai lebih luas karena tidak semata-mata mengajarkan bagaimana mendirikan bisnis, tetapi membangun kemampuan seseorang untuk menghadapi ketidakpastian.
Mahasiswa didorong memiliki kemampuan mengenali peluang, melakukan eksperimen, membangun resiliensi, serta menciptakan nilai secara bertanggung jawab.
Perspektif tersebut menjadi semakin relevan ketika perubahan teknologi berlangsung cepat dan model bisnis terus mengalami transformasi.
Sementara itu, Prof. Dr. Gancar C. Premanto dari Universitas Airlangga memperkenalkan konsep Holistic Entrepreneur Ecosystem.
Model tersebut terdiri atas empat subsistem utama, yakni sistem pembelajaran, ekosistem kemitraan, fasilitas pendukung, serta pengukuran hasil.













