“Selama perkuliahan daring, kami saling bertukar pandangan dan mengkaji berbagai kasus hukum dari perspektif masing-masing daerah—mulai dari Sumatera, Riau, Natuna, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, hingga Papua. Ketika tiba waktunya ujian tesis dan bertemu langsung di kampus, rasanya sungguh luar biasa. Seperti menemukan keluarga baru dari segenap penjuru Indonesia,” tutur Suteni.
Senada dengan itu, Suhardi, SP, SH, MH, M.BA, mahasiswa Magister asal Sulawesi Tenggara, menegaskan bahwa, ruang kelas Pascasarjana UNIS telah menjadi wadah yang kaya akan keberagaman budaya dan wawasan kebangsaan.
Elias Karim Nasution, SH, MH, lulusan Magister Ilmu Hukum, juga menyampaikan refleksi hatinya:
“Segala puji bagi Allah, saya bersyukur dapat menyelesaikan studi Pascasarjana di UNIS Tangerang. Ilmu yang saya peroleh sangat berharga dan bermanfaat bagi pekerjaan serta pengembangan diri. Terima kasih kepada seluruh jajaran pimpinan, para dosen pembimbing dan civitas akademika UNIS yang telah membimbing dengan tulus dan sabar hingga hari ini. Belajar bersama rekan-rekan dari berbagai daerah juga memperluas wawasan saya. Gelar ini bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan awal tanggung jawab baru untuk berkarya lebih baik, bermanfaat bagi sesama dan senantiasa menjaga nama baik almamater UNIS di mana pun saya berada. Saya menanti pelaksanaan wisuda pada 27 Oktober nanti dengan penuh rasa syukur,” papar Elias.













