Oded berharap dengan adanya ‘Cafe Walungan’ tersebut bisa menjadi spirit bagi warga sekitar untuk membentuk karakter mereka berbudaya terutama budaya cinta lingkungan, budaya bersih lingkungan.
“Saya berharap tidak ada lagi yang membuang sampah ke sungai apalagi tinja,” pinta Oded.
Oded mengungkapkan, pembangunan ‘Cafe Walungan’ itu bukan hanya untuk aspek keamanan banjir tetapi juga kenyamanan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat terutama kebahagiaan.
“Pak camat tolong setiap infrastuktur yang sudah dibangun oleh Pemkot Bandung harus dijaga,” tegasnya.
Tidak hanya di kawasan Pagarsih, berharap, konsep serupa bisa diterapkan di sungai yang lain di Kota Bandung.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandung, Didi Ruswandi menyampaikan, pembangunan kawasan tersebut seluruh menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Bandung. Untuk Biocord sekiytar Rp196 juta, pembangunan Walungan Cafe Rp195 juta. Sedangkan tamannya sekitar Rp146 juta. Total mencapai Rp550 juta.













