Meskipun belum memiliki kepemimpinan politik sendiri, dengan keberanian bersikap tegas memutuskan hubungan dengan korporasi global, hal ini mampu membuat ciut nyali perusahaan raksasa milik salah satu korporat. Ini juga menjadi sebuah harapan awal, bahwa umat Islam mampu melawanan kekuatan kapitalsime. Seandainya perlawanan ini diikuti langkah berani berupa dunia Islam keluar dari cengkeraman kapitalisme, maka umat yang selama ini tidur panjang dalam buaian mimpi kapitalis akan bangkit dan mengambil posisinya kembali sebagai sebaik-baiknya umat.
Gelar sebagai umat terbaik yang merupakan anugerah dari Allah, tak disertakan tindakan nyata, dengan melupakan tuntunan Islam menjadikan umat yang ada saat ini jauh dari keberkahan hidup. Potensi umat yang besar tenggelam dan rusak terbawa arus sistem kapitalisme. Padahal Rasulullah saw. bersabda:













