Belum diketahui kapan kebijakan ini akan mulai diberlakukan. Karena kebijakan ini, WHATSAPP menjadi galau dan cemas. Sebab para penggunanya melirik aplikasi lain yang dianggap lebih aman dan menjaga data pribadi pengguna. Di antara aplikasi yang menjadi incaran seperti Signal, BIP, dan Telegram, meskipun ketiganya bukan aplikasi baru dan sebagian orang sudah banyak yang menggunakannya.
Akibat kebijakan barunya tersebut WHATSAPP merugi, sementara perusahaan pesaingnya diuntungkan. BIP misalnya, aplikasi pesan singkat buatan Turki ini meningkat pesat. Lonjakan unduhan aplikasi Turki yang dikembangkan Turkcell ini, telah memiliki lebih dari dua milliar pengguna di seluruh dunia. (Portal-Islam.id, 19 Januari 2021)
Fenomena eksodus para pengguna WHATSAPP, merupakan gerakan kecil yang membuat kelabakan sebuah korporat. Bayangkan jika gerakan ini diterapkan dalam potensi yang besar, menyatukan pemikiran dan perasaan umat dalam satu tujuan yakni kebangkitan Islam. Sungguh hal ini akan menjadi pukulan besar bagi sistem demokrasi kapitalis yang mendominasi dunia saat ini.













