Di usia 62 tahun, Gubernur Pramono menunjukkan kematangan kepemimpinan yang ideal untuk mendorong transformasi besar Jakarta. Bahkan, angka 62 itu sendiri dapat dimaknai sebagai simbol kesiapan seorang pemimpin untuk melompat ke tingkat kepemimpinan yang berdampak global.
Secara eksplisit, Gubernur Pramono menargetkan Jakarta untuk masuk dalam 50 besar kota global, berdasarkan berbagai indeks internasional. Target ini bukan sekadar retorika, tetapi merupakan tekad yang disertai strategi konkret. Langkah ini pemting untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan, memperkuat perekonomian dan menyelesaikan persoalan klasik Jakarta seperti kemacetan, banjir, ketimpangan sosial dan tata ruang yang semrawut.
Peringkat kota global umumnya ditentukan melalui indikator seperti kemudahan berbisnis, konektivitas transportasi. Selain itu, kekuatan ekonomi, keberlanjutan lingkungan, kualitas layanan publik, tata kelola pemerintahan dan ekosistem inovasi digital juga menjadi hal yang utama.













