Israel sampai mengeluarkan pernyataan keras mengecam Prancis dan Trump membalas dengan ancaman di media sosial: “The U.S.A. will REMEMBER!!!”.
Inggris, sekutu paling setia AS dalam sejarah modern, pun mulai menjaga jarak. Perdana Menteri Keir Starmer menyatakan akan bertindak demi kepentingan nasional Inggris, apapun “kebisingan” dari Washington. Menteri Keuangannya bahkan secara terbuka mengaku “marah” karena Trump memulai perang tanpa rencana keluar yang jelas.
Jerman tetap pada posisinya: mendukung Ukraina adalah prioritas, bukan perang baru di Timur Tengah. Seorang juru bicara pemerintah Jerman dengan sinis mengatakan bahwa ancaman Trump keluar dari NATO sudah sering terjadi dan rakyat Jerman bisa menilai sendiri konsekuensinya.
NATO Retak, Trump Ancang-Ancang Keluar
Puncaknya, Trump menyebut NATO sebagai “paper tiger” macan kertas. Ia mengancam akan menarik AS dari aliansi yang menjadi pilar keamanan Barat sejak 1949.












