Satu hari ia mengirim amunisi ke Israel. Lusa ia melarang Israel menyerang Iran. Lalu muncul isu bahwa ia ingin meninggalkan perang sama sekali. Bukan strategi namanya. Itu reaksi orang yang sedang terjepit.
*Apa yang Menjepit Trump?*
Dua hal. Pertama, tekanan dari rumah. Rakyat Amerika lelah. Inflasi membakar dompet. Perang di Gaza dan Ukraina terus menyedot perhatian dan dana publik. Pemilu sudah di depan mata. Trump butuh suara, bukan perang panjang yang tak jelas ujungnya.
Kedua, biaya. Utang Amerika sudah menembus 34 triliun dolar. Perang tidak pernah gratis. Setiap rudal punya harga. Setiap hari konflik memakan biaya. Dan negara adidaya pun punya batas.
Trump, apapun kekurangannya, bukan orang bodoh dalam soal uang. Ia sadar betul: perang ini mulai tidak menguntungkan.












