Sutrisno juga menilai, persoalan ini berkaitan dengan kondisi nasional, dimana hingga kini terjadi penundaan kongres di sejumlah Asprov. Penundaan tersebut dinilai berdampak pada ketidakpastian kepemimpinan, stagnasi organisasi, serta kekosongan kepengurusan di tingkat Kabupaten/Kota.
“Penundaan kongres tidak boleh dianggap biasa. Dampaknya nyata sampai ke daerah, dimana banyak struktur organisasi tidak berjalan sebagaimana mestinya,” lanjutnya.
Karena itu, pihaknya berharap, Komite Etik PSSI dapat melakukan penelaahan secara objektif dan serius. “Kami hanya meminta proses organisasi dijalankan secara sehat, netral dan berintegritas. Ini bukan soal menyerang siapa pun, tetapi soal masa depan sepak bola kita,” pungkasnya. (Red).













