Budiman tentunya tidak patut berdiam diri tanpa komentar apapun terkait kerusuhan yang ada jika ditarik benang merahnya, tentu saja memiliki kausalitas langsung atau tak langsung terhadap gejala gejala terbitnya kerusuhan, yakni faktor ‘income’ perkapita kepala keluarga perbulannya’ khususnya para pekerja ojol) dan kumulatif karena banyaknya faktor PHK dan sedikitnya lowongan lapangan pekerjaan, sehingga tingkat kehidupan rakyat yang rata rata lemah ini akan mudah terpicu ketersinggungan, akibat keangkuhan dari sebagian para wakil rakyat yang kaya raya.
Selebihnya, komentar Budiman dibutuhkan mengingat dirinya memiliki konsep ‘sosialis’ yang acap kali bersuara untuk memperjuangkan nasib wong cilik atau mensejahterakan rakyat miskin. Tentunya setelah dipercaya dan masuk dalam kabinet Presiden Prabowo (KMP) dirinya lebih mudah untuk menjalankan konsep ‘mengentaskan kemiskinan”.












