“Sebagai aparat teritorial, kami memiliki tanggung jawab untuk mendampingi masyarakat, khususnya para petani, dalam meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan Desa. Pelatihan ini bagian dari upaya kami mendukung pertanian berkelanjutan,” kata Serda Agus saat memberikan penyuluhan teknis di hadapan para peserta.
Serda Agus secara langsung memandu proses fermentasi hingga pencampuran bahan organik, seperti kotoran ternak, sekam dan limbah dapur.
Ia menegaskan bahwa, pembuatan pupuk organik tidak hanya murah dan mudah, tetapi juga berdampak positif bagi kualitas hasil panen.
Sementara itu, Aipda Sandi menambahkan bahwa, pelatihan ini juga menjadi bagian dari pendekatan keamanan wilayah berbasis kesejahteraan masyarakat. “Petani yang mandiri adalah fondasi Desa yang kuat. Kolaborasi ini kami yakini bisa memperkuat stabilitas sosial dan ekonomi Pedesaan,” ujar Sandi.










