Juga merupakan kehormatan bagi TNI atas pemenuhan amanat Pembukaan UUD 1945 untuk ikut serta melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan bahwa, rehabilitasi dan pemeliharaan infrastruktur, pembersihan medan ranjau dan penjinakan bahan peledak, serta tugas lainnya harus dibarengi dengan upaya pembinaan masyarakat.
Prajurit Indonesia pada misi PBB tidak hanya dikenal karena profesionalisme dalam melaksanakan tugas, tetapi juga kemampuan untuk memenangkan hati dan pikiran rakyat di daerah misi.
“Dengan prinsip ‘to win heart and mind’ misi akan berjalan baik dan lancar karena dapat diterima masyarakat di daerah misi serta dengan bekal latihan, keterampilan dan pengetahuan yang telah kalian miliki, saya yakin satgas kali ini akan dapat mengemban tugas tersebut dengan baik. Lengkapi lesson learned dari satgas sebelumnya dengan kemampuan taktis di lapangan yang adaptif dan inovatif guna mencapai keberhasilan tugas. Selain itu, unsur komandan harus benar-benar memahami kemampuan, rincian tugas, prosedur standar operasi serta aturan pelibatan yang telah ditentukan,” pinta Panglima TNI.













