Dalam pelayaran perdananya menuju Indonesia dengan sandi “Operasi Dhruva Samudra-26”, KRI Canopus-936 yang dikomandani Kolonel Laut (P) Indragiri Y. Wardhono menempuh jarak kurang lebih 12.798,5 Nautical Mile (Nm) dari galangan Abeking & Rasmussen, Lemwerder, Jerman sejak 14 Maret 2026, dengan sejumlah persinggahan internasional sebelum akhirnya tiba di Jakarta. Selain memastikan kesiapan operasional, pelayaran tersebut juga mengemban misi diplomasi TNI AL di berbagai negara sahabat.
Di hadapan awak media, Kasal menyampaikan bahwa, selain fungsi ilmiah, KRI Canopus merupakan kapal survei yang juga dapat difungsikan sebagai kapal SAR kapal selam atau submarine rescue pertama yang dimiliki TNI AL. Kapal ini memiliki kemampuan mendukung operasi militer dan keamanan laut, termasuk pemetaan jalur kapal selam, deteksi ranjau laut, patroli keamanan, serta dukungan intelijen maritim.













