Jakarta, 20 November 2025 – – – Sebagai wujud kesiapsiagaan dan profesionalisme TNI dalam menghadapi dinamika keamanan maritim serta ancaman di wilayah perairan strategis Indonesia, TNI AL mengerahkan dua unsur kapal perang, yaitu KRI Bung Hatta-370 dan KRI Panah-626, untuk mendukung pelaksanaan Latihan Integrasi TNI yang digelar di perairan Morowali, Kamis (20/11).
Latihan ini ditinjau langsung oleh Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin, Jaksa Agung ST. Burhanuddin, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, beberapa Menteri Kabinet Merah Putih, Kepala BPKP Dr. Muhammad Yusuf Ateh, serta sejumlah Pejabat Tinggi TNI termasuk Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Wakasal) Laksdya TNI Erwin S. Aldedharma.
Dalam latihan ini TNI AL berfokus pada operasi maritim, khususnya penyekatan, pengejaran, pemeriksaan, dan penggeledahan kapal sasaran. Dalam skenarionya, KRI Bung Hatta-370 dan KRI Panah-626 berperan sebagai unsur sekat yang menempati sektor operasi untuk menghadapi simulasi pergerakan kapal MV Jefry-88 yang digambarkan melakukan manuver berbahaya dan berupaya menerobos blokade.












