Kedua unsur TNI AL tersebut melaksanakan sejumlah prosedur penting, mulai dari commcheck, penempatan sektor, aksi komunikasi terhadap kapal target, hingga pelaksanaan Peran Tempur Bahaya Permukaan dan pengerahan Tim VBSS (Visit, Board, Search, and Seizure). Dalam simulasi, MV Jefry-88 akhirnya berhasil dihentikan, diamankan, dan dikuasai oleh Tim VBSS melalui tahapan clearing area hingga boarding.
Melalui keterlibatan dua kapal perangnya dalam latihan terpadu ini, TNI AL menegaskan komitmennya dalam menjaga kedaulatan laut Indonesia, meningkatkan interoperabilitas antar matra, serta memperkuat kemampuan prajurit dalam melaksanakan operasi laut yang bersifat cepat, tepat, dan terintegrasi.
Dalam kesempatan terpisah, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menyampaikan kepada seluruh prajurit Jalasena agar senantiasa meningkatkan kemampuannya guna mewujudkan prajurit yang profesional, modern, dan berdaya saing global, serta dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi prajurit lainnya.













