Operasi bermula dari informasi intelijen mengenai adanya muatan mencurigakan di atas KMP Sakura Express yang berlayar dari Pelabuhan Pangkal Balam, Bangka Belitung, menuju Jakarta. Unsur Satrol Kodaeral III melakukan pengawalan ketat sejak kapal memasuki alur hingga sandar di dermaga.
Tim gabungan mencurigai satu unit truk dengan nomor polisi BN 8628 PR yang terlihat mengalami kelebihan muatan (overload) saat keluar dari ramdoor kapal.
Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam di Makodaeral III, petugas menemukan 122 karung pasir timah yang disembunyikan secara rapi di tengah tumpukan kardus bekas.
“Modus operandi yang digunakan adalah memutus jaringan operasi di atas kapal dan menyamarkan muatan. Pasir timah disusun di tengah tumpukan kardus untuk mengelabui petugas di lapangan,” jelas Dan Kodaeral III.








