KAB. BANDUNG – Selain kurang disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes), kemungkinan tingginya kasus Covid 19 di Kabupaten Bandung, diakibatkan limbah medis virus corona yang dibuang asal-asalan.
Demikian disampaikan anggota Komisi C DPRD Kabupaten Bandung, Toni Permana di Ruang Fraksi Nasdem, Gedung DPRD Kabupaten Bandung, Soreang, Jawa Barat, Jumat (5/2/2021)
Toni menyebutkan, limbah medis, utamanya masker sangat berbahaya dan rentan terhadap penyebaran virus corona. Selama ini masker dibuang begitu saja oleh masyarakat dan belum ada penanganan khusus.
“Sekarang siapa yang bertanggung jawab atas limbah medis tersebut, padahal limbah tersebut sangat berbahaya, sama dengan limbah B3,” tanya Toni.
Bisa dibayangkan, jumlah penduduk Kabupaten Bandung sekitar 3, 7 juta jiwa, berapa ratus kubik masker yang dibuang masyarakat per harinya.













