Cimahi, BEDAnews
Pasangan balon walikota Cimahi dari jalur independen, Deni Koswara-Novylia disebut-sebut telah bubar karena ada ketidak sepahaman di internal pasangan. Namun, meskipun pasangan itu bubar, balon walikota Deni Koswara dikabarkan tetap melakukan gerilya guna mencari dukungan berupa foto kopi kartu tanda penduduk (KTP).
Menurut sebuah sumber, bubarnya pasangan independen ini karena adanya konflik internal. Yang satu ditugaskan untuk mencari dukungan foto kopi KTP sedangkan yang satunya lagi enggan melakukannya, karena merasa sudah jadi tim sukses. ”Inilah mungkin yang membuat keduanya berselisih faham,” tutur sumber tadi.
Dia menegaskan, sebelumnya pasangan balon Denok telah memasangkan sejumlah spanduk dan baligo sebagai perkenalan kepada masyarakat. Salah satunya di jalur jalan Cipageran RW 1O Cimahi Utara. Baligo ukuran 3X4 itu terpaksa dicabut oleh tim sukses sebagai bukti kegagalan pasangan balon Denok yang dibangun tersebut.
Sementara itu, Nonong (32) warga RW 10 Cipageran Kecamatan Cimahi Utara mengatakan, baligo itu diturunkan oleh tim sukses pasangan balon Denok dari tembok yang membentang di jalan Cipageran.
“Saya juga sempat menanyakan pasti yang dipasang itu calon walikota. Tapi aneh kenapa sudah diturunkan lagi padahal pemilihan walikotanya juga belum dimulai,” kata Nonong.
Sedangkan Novielva Virginiea kepada wartawan mengatakan, selisih faham yang terjadi itu karena melihat tim sukses yang kurang baik. “Dari pada berkepanjangan, lebih baik saya mundur saja,” katanya singkat.
Ketua LSM Jamman Mohamad Isnaini menegaskan balon independen manapun akan merasa berat manakala tidak solid dalam melakukan pencarian foto kopi KTP. “Rupanya inilah yang memberatkan pasangan balon. Karena untuk mengumpulkan dukungan KTP itu tidak mudah. Selain harus ada uang cash juga tenaga untuk mengumpulaknnay itu butuh kerjasama yang baik,” paparnya. (M. Fachri)











