Hukum

Terbukti Membunuh, Aldi Mulyadi Divonis 12 Tahun Penjara

BANDUNG, BEDAnews.com – Aldi Mulyadi, terdakwa dalam kasus pembunuhan dengan korban Gani Nugraha yang sedang melakukan pengaturan lalu lintas, divonis 12 tahun hukuman penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bandung, dalam sidang yang digelar di PN Bandung, Kamis (9/1/2020).

Vonis hakim yang di Ketuai Ambo Masse, SH., MH., tersebut, lebih rendah satu tahun dari tuntutan jaksa sebelumnya yang menuntut terdakwa dengan 13 tahun hukuman penjara.

Dalam pertimbangan majelis hakim berdasarkan keterangan saksi-saksi yang terungkap dalam fakta persidangan, bahwa terdakwa Aldy Mulyadi telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pembunuhan secara berencana sebagaimana dakwaan pasal 340 KUHP.

“Menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa Aldy Mulyadi dengan pidana selama 12 tahun hukuman penjara,” kata Ambo Masse.

Terungkap dalam persidangan, pemuda asal Dunguscariang, Kecamatan Andir Kota Bandung ini, didakwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) Feri Enda atas tuduhan melakukan pembunuhan berencana terhadap korban Gani Nugraha yang bermula dari masalah sepele, gara-gara korban meminta bersabar kepada terdakwa saat terjadi kemacetan.

Terdakwa Aldy Mulyadi, selama dalam persidangannya didampingi oleh tiga orang penasehat hukum Asep Kuswandi, SH., Marco Timor., SH., dan Asep Budianto, SE., SH., C.LA.

Berdasarkan dakwaan jaksa, kejadian pembunuhan tersebut terjadi pada Sabtu 13 juli 2019, saat itu terdakwa naik sepeda motor berboncengan dengan temannya Anjas Rinaldi. Ketika melewati Jalan Andir Kelurahan Dunguscariang Kecamatan Andir Kota Bandung, sekitar pukul 18.30 WIB, terjadi kemacetan sehingga terdakwa kesal dengan sebuah mobil yang menghalangi jalan saat itu, terdakwa berkata kasar.

Perkataan kasar itu oleh terdakwa ditujukan kepada sopir atau pengendara mobil tersebut namun ditempat itu ada korban Gani Nugraha yang sedang melakukan pengaturan lalu lintas.

Korban Gani yang mendengar perkataan Aldy menjawab “sabar atuh da ieu keur di atur” katanya sambil melihat tajam ke arah terdakwa.

Rupanya perkataan itu membuat terdakwa tersinggung, setelah lepas dari kemacetan terdakwa pulang ke rumahnya yang tidak jauh dari tempat kejadian dengan maksud untuk mengambil pisau.

Setelah itu, terdakwa balik lagi dengan tujuan mencari korban Gani Nugraha dan sekira pukul 19.00 WIB, terdakwa melihat korban sedang berdiri didepan sebuah toko, kemudian terdakwa jalan dan mendekati korban. Tanpa ngomong terlebih dahulu langsung melakukan penusukan menggunakan pisau dari arah depan yang mengenai bagian dada.

Kemudian terdakwa mendekap leher korban dari belakang dan kembali menusukkan pisau beberapa kali kebagian dada.

Tim penasehat hukum Asep Kuswandi, SH., Marco Timor., SH., Asep Budianto, SE., SH., C.LA., bersama terdakwa Aldi Mulyadi (pakai topi haji)

Korban sempat melakukan perlawanan dengan menahan pisau yang dipegang terdakwa, sampai akhirnya datang warga sekitar yang melihat kejadian tersebut untuk memisahkan mereka yang sedang berkelahi.

Selanjutnya terdakwa melarikan diri untuk menghindari tanggungjawab sedangkan korban dibantu oleh warga segera dilarikan ke ruah sakit namun jiwanya tidak tertolong dan meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit.

Atas perbuatannya jaksa mendakwa Aldy dengan dakwaan pembunuhan berencana yakni pasal 340 dan pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup.

Terhadap vonis 12 tahun tersebut, setelah berunding dengan penasihat hukumnya terdakwa menyatakan menerima. (Boed)

Selanjutnya

Related Articles

Back to top button
Close