Ketiga; Disposi menyangkut kesiapan para pelaksananya (administraor, dosen dan mahasiswa). Jika implementasi kebijakan ingin berhasil secara efektif dan efisien, para pelaksana (implementors) tidak hanya mengetahui apa yang harus dilakukan dan mempunyai kemampuan untuk melakukan kebijakan tersebut, tetapi mereka juga harus mempunyai kamauan untuk melaksanakan kebijakan tersebut
Keempat; Struktur birokrasi yang jelas dan tegas. “implementasi kebijakan bisa jadi masih belum efektif karena ketidakefisienan struktur birokrasi”. Hal ini mencangkup aspek-aspek seperti, pembagian kewenangan, hubungan antara unit-unit organnisasi dan sebagainya; demikian pula dengan jelas tidaknya standar operasi, baik menyangkut mekanisme, sistem dan prosedur pelaksanaan kebijakan, pembagian tugas pokok, fungsi dan kewenangan, dan tangggung jawab diantara pelaku, dan tidak harmonisnya hubungan diantara organisasi pelaksana satu dengan yang lainnya ikut pula menentukan keberhasilan implementasi kebjakan.













