Hal tersebut membuat sebagian orang meninggalkan etika bermedia dan tugas mulia seorang pewarta demi mengejar keuntungan dari iklan.
“Menutup mata atas kontroversi yang muncul dari framing media telah memberikan mafsadat tidak hanya bagi pribadi seorang menteri tetapi juga bagi perwajahan umat Islam di mata dunia,” ujar Prof. Dur.
Prof. Dur menyayangkan adanya statemen yang disampaikan secara vulgar di ruang publik.
Dalam melakukan tabayun juga perlu dilakukan secara arif dan bijaksana.
“Hendaknya dikonfirmasi kepada yang bersangkutan secara baik-baik, tidak perlu dilakukan di ruang publik,” ungkap Prof. Dur.
Ada banyak media yang bisa dimanfaatkan melalui silaturahmi, komunikasi langsung atau mengkonfirmasi melalui orang terdekat. Dengan tidak melakukan di ruang publik.













