KAB. BANDUNG || bedanews.com — Melampiaskan hasrat sebagai salah satu altermatif tidak kuat menahan kencing, biasanya dilakukan warga di pohon besar, tiang listrik, dan di balik tembok.
Jadi tidak heran kalau sarana tersebut menjadi bau pesing, dengan alasan jauh ke WC yang mengakibatkan ngompol di celana, maka dicarilah alternatif untuk membuang hajat.
“Itu memang bukan rahasia umum lagi kalau sarana tersebut jadi langganan tempat kencing warga,” kata salah seorang warga Kecamatam Katapang, Rudi saat dimintai pendapatnya, Kamis 10 Pebruari 2022.
Rudi menambahkan, biasanya hal itu dilakukan orang sekitar walau tidak tettutup kemungkinan orang luar yang tidak kuat menahan kencing sehingga melampiaskannya di pohon, tembok, juga tiang listrik.
Hal senada diungkapkan warga Banjaran, Maya, menurutnya, prilaku kencing sembarangan itu memang sudah menjadi kebiasaan sebagian orang. Baik itu warga sekitar, warga luar yang kepepet, bahkan sopir angkutan umum, hanya ditutupi dihalangi melakukan kencing sembarangan.
Lebih buruknya lagi, kalau sopir itu kencing dikemasan botol air minum mineral, lanjut Maya, lalu dibuang seenaknya ke jalan raya. “Jelas itu merupakan perbuatan yang bisa merugikan orang lain,” ujarnya.
Maya membayangkan kalau botol kemasan yang berisi air kencing itu terlindas kendaraan, dan isinya muncrat kemana-mana. Kadang cipratannya kena orang, hal itu pastinya akan membuatnya berang.***













