“Kemudian, sempat heboh diberitakan presiden makan malam dengan capres tertentu jelang pelaksanaan debat, bahkan fotonya beredar di media,” bebernya.
Ia menambahkan, meskipun capres tersebut adalah salah satu menteri di kabinetnya, apapun dalihnya, tindakan itu menimbulkan intepretasi masyarakat bahwa Presiden mendukung capres tersebut.
Setelah pelaksanaan debat ketiga, imbuhnya, Presiden membuat tanggapan di media mengenai debat tersebut yang dianggap menyerang personal capres tertentu.
“Walaupun mungkin niat presiden hanya menghimbau, ini tidak boleh. Karena sekali lagi masyarakat akan punya interpretasi keberpihakan presiden terhadap calon tertentu. Ini berbahaya, demokrasi menjadi tidak sehat, dan presiden harus menjadi negarawan bukan tim kampanye paslon tertentu,” tuturnya.













