Padahal riwayat rumah tersebut pernah ditempati oleh ahli waris Nata Entjih yaitu Dedeh dan suaminya, Pendi. Bahkan selama kurang lebih 15 tahun mereka hidup berdampingan dengan Nata dan Entjih. Keduanya bisa mengarungi bahtera rumah tangga pun atas jasa Nata dan Entjih yang menikahkannya. Namun tak disangka dan tak diduga kalau akhirnya penerus keluarga Nata Entjih ini kini hidupnya terlunta-lunta dan harus hidup dari belas kasih orang lain.
Menurut keterangan Pendi, kisah pilu yang dialami ia dan isterinya itu berawal, ketika salah seorang penjaga Kantor Dinas Sosial bernama Yous Yosep, memohon ke Bah Nata, agar diizinkan untuk membangun rumah yang berdampingan dengan Kantor Dinas Sosial, sekitar tahun 1978.
Namun selang berapa lama Bah Nata dan Entjih pun akhirnya wafat. Nenek Entjih wafat tahun 1990 dan tiga tahun kemudian tepatnya tahun 1993 Bah Nata pun wafat.













