Bagi Muslim, riwayat perpindahan partai tersebut menjadi salah satu hal yang patut diperhatikan dalam membaca arah politik Dedi ke depan.
“Dia pernah meninggalkan Golkar dan bergabung dengan Gerindra. Kalau pada 2029 nanti peluang politiknya terbuka untuk maju sebagai calon presiden, kemungkinan meninggalkan Gerindra juga perlu diperhitungkan. Tetapi, itu masih dugaan politik, bukan sesuatu yang sudah diputuskan KDM,” kata Muslim.
Ia menilai, dinamika menuju Pilpres 2029 akan sangat dipengaruhi oleh hasil survei, dukungan partai politik, serta hubungan antarelite.
Muslim juga mengingatkan bahwa, tingginya elektabilitas dalam survei belum otomatis membuat seseorang dapat maju sebagai calon presiden. Dukungan partai politik dan pemenuhan ketentuan pencalonan tetap menjadi faktor penting.













