Dedi kemudian menjelaskan bahwa, dirinya berfokus pada penanganan kebakaran. Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga berkoordinasi dengan sejumlah unsur pemerintah pusat dan aparat untuk mempercepat pemadaman.
Penjelasan tersebut menjadi catatan penting bahwa, ketidakhadiran Dedi memiliki alasan kedinasan yang disampaikannya secara terbuka. Karena itu, dugaan bahwa, absennya Dedi merupakan bentuk perlawanan politik terhadap Prabowo masih memerlukan bukti tambahan.
Meski demikian, Muslim berpandangan bahwa, hubungan Dedi dengan Gerindra dan Prabowo akan menarik untuk diamati seiring menguatnya pembicaraan mengenai Pilpres 2029.
“Yang perlu dilihat bukan hanya satu kali ketidakhadiran, tetapi bagaimana konsistensi sikap politiknya ke depan. Apakah tetap berada dalam barisan Gerindra dan mendukung Prabowo, atau memilih jalan politik sendiri ketika peluang menuju Pilpres 2029 terbuka,” pungkas Muslim. (Red).













