• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Sabtu, November 7, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home » Tak Digubris Pemda, Warga Dua Desa Bangun Jembatan Secara Swadaya

Tak Digubris Pemda, Warga Dua Desa Bangun Jembatan Secara Swadaya

Asep Budi by Asep Budi
9 April 2012
in Tak Berkategori
0
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Garut, BEDAnews

Bosan dengan bantuan pemerintah kabupaten yang tidak datang juga, masyarakat desa Sukawarga dan Sukatani Kecamatan Cisurupan membangun jembatan yang menghubungkan dua desa mereka tersebut.

Lokasi jembatan terdapat di kampung Legok Mansur, yang merupakan batas kedua desa, peresmian sendiri dilakukan Minggu (08/04) yang dihadiri oleh Panitia Pembangunan Jembatan, Kepala Desa Sukatani dan Sukawargi, Camat Cisurupan beserta unsur muspika lainnya, Pengusaha Tekstil dari bandung sebagai donatur pembangunan ini, serta warga sekitar yang turut menyaksikan acara ini.

Kepala Desa Sukatani, Alit Iskandar menuturkan, jembatan ini pertama kali dibangun tahun 1998 melalui program pemerintah yaitu P2MPD, namun karena faktor alam, terjadi bencana banjir yang menggerus jembatan ini sehingga kemudian ambruk sekitar dua tahun yang lalu.

BeritaTerkait

Perkuat Toleransi, Kapolres Demak Bangun Sinergi dengan Jemaat GKJ

7 November 2026

Optimalkan Pemanfaatan Tanah, Plh. Dirjen PPTR: Manfaat Nyata untuk Masyarakat

7 November 2026

Semenjak ambruk, pihak desa berulang kali mengajukan bantuan kepada Pemda Garut melalui camat setempat, lebih spesifik lagi pemerintah desa Sukatani pernah melaporkannya ke Dinas Bina Marga Kabupaten Garut, namun entah kenapa tidak pernah ada tanggapan, padahal jembatan ini sangat vital fungsinya dalam rangka menunjang aktivitas masyarakat sehari hari.

Malah kalau dulu ketika jalannya masih bagus, sering dipakai truk pengangkut kayu dari bungbulang, menggunakan jalan ini sebagai jalan alternatif, rusaknya jembatan ini juga tidak tersentuh oleh program PNPM Mandiri karena dianggap sudah pernah diajukan ke pemda dan harusnya masuk pos dana bencana, ungkap Alit yang sudah dua periode menjabat kepala desa Sukatani sejak tahun 2003 ini.

Sekretaris Panitia Pembangunan, Tatang Rohyana menjelaskan, pembangunan memakan waktu sekitar 4 bulan dan menghabiskan dana sekitar Rp. 130 juta yang berasal swadaya masyarakat dari dua desa (kalangan pengusaha holtikultura, tokoh masyarakat, kepala desa, tukang ojeg, dll) sekitar Rp. 40 juta, dan sisanya sebesar Rp. 90 juta, ditanggung oleh PT. Dewa Sutratex Cimahi, perusahaan yang bergerak di bidang tekstil. (Yuyus)

 

Previous Post

Ulama di Indonesia Tidak Mewarnai Amalan

Next Post

Bantu Jembatan, Tidak Ada Muatan Politik

Related Posts

TNI-POLRI

Perkuat Toleransi, Kapolres Demak Bangun Sinergi dengan Jemaat GKJ

7 November 2026
Ragam

Optimalkan Pemanfaatan Tanah, Plh. Dirjen PPTR: Manfaat Nyata untuk Masyarakat

7 November 2026
Ragam

Pemuda Berdampak: Satukan Gagasan, Bangun Gerakan Menuju Deklarasi Wilayah Kota Cilegon

7 November 2026
TNI-POLRI

Misa Ekaristi TNI-Polri di Polda Kaltim, Perkuat Iman dan Kebersamaan dalam Pengabdian

7 November 2026
TNI-POLRI

Kodim Ponorogo Gelar Do’a Syukur Peringati Hari Pahlawan 2026

7 November 2026
Ragam

Ekonomi Hijau Jadi Fokus Perencanaan Pembangunan Kalimantan Utara

7 November 2026
Next Post

Bantu Jembatan, Tidak Ada Muatan Politik

Please login to join discussion

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com © 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com © 2021