Garut, BEDAnews
Bosan dengan bantuan pemerintah kabupaten yang tidak datang juga, masyarakat desa Sukawarga dan Sukatani Kecamatan Cisurupan membangun jembatan yang menghubungkan dua desa mereka tersebut.
Lokasi jembatan terdapat di kampung Legok Mansur, yang merupakan batas kedua desa, peresmian sendiri dilakukan Minggu (08/04) yang dihadiri oleh Panitia Pembangunan Jembatan, Kepala Desa Sukatani dan Sukawargi, Camat Cisurupan beserta unsur muspika lainnya, Pengusaha Tekstil dari bandung sebagai donatur pembangunan ini, serta warga sekitar yang turut menyaksikan acara ini.
Kepala Desa Sukatani, Alit Iskandar menuturkan, jembatan ini pertama kali dibangun tahun 1998 melalui program pemerintah yaitu P2MPD, namun karena faktor alam, terjadi bencana banjir yang menggerus jembatan ini sehingga kemudian ambruk sekitar dua tahun yang lalu.
Semenjak ambruk, pihak desa berulang kali mengajukan bantuan kepada Pemda Garut melalui camat setempat, lebih spesifik lagi pemerintah desa Sukatani pernah melaporkannya ke Dinas Bina Marga Kabupaten Garut, namun entah kenapa tidak pernah ada tanggapan, padahal jembatan ini sangat vital fungsinya dalam rangka menunjang aktivitas masyarakat sehari hari.
Malah kalau dulu ketika jalannya masih bagus, sering dipakai truk pengangkut kayu dari bungbulang, menggunakan jalan ini sebagai jalan alternatif, rusaknya jembatan ini juga tidak tersentuh oleh program PNPM Mandiri karena dianggap sudah pernah diajukan ke pemda dan harusnya masuk pos dana bencana, ungkap Alit yang sudah dua periode menjabat kepala desa Sukatani sejak tahun 2003 ini.
Sekretaris Panitia Pembangunan, Tatang Rohyana menjelaskan, pembangunan memakan waktu sekitar 4 bulan dan menghabiskan dana sekitar Rp. 130 juta yang berasal swadaya masyarakat dari dua desa (kalangan pengusaha holtikultura, tokoh masyarakat, kepala desa, tukang ojeg, dll) sekitar Rp. 40 juta, dan sisanya sebesar Rp. 90 juta, ditanggung oleh PT. Dewa Sutratex Cimahi, perusahaan yang bergerak di bidang tekstil. (Yuyus)











