Tapi pada faktanya masih didapati problem kemiskinan di tingkat individu. Contohnya, masih banyak masyarakatnya yang tidak sejahtera, ada yang masih belum mampu mengakses pendidikan dikarenakan kurangnya biaya, terlebih di masa pandemi. Sulit mendapat akses internet, membeli kuota ditambah ketidakmampuan memiliki gadget akibat beban berat secara ekonomi. Belum lagi sarana transportasi yang kurang memadai, sulitnya akses ke pusat karena infrastruktur belum memadai.
Begitupun dengan kebutuhan asasi seperti sandang, pangan dan papan tersedia, namun keterjangkauan masyarakat akan semua itu tak menjadi prioritas penguasa. Pemerintah seolah-olah memosisikan diri sekedar sebagai penjual dan rakyat sebagai pembeli dalam memenuhi semua kebutuhan hidupnya.













