Dan justru dari Haji Said inilah kemudian menantunya yaitu Haji Nur yang mengajari Kakek saya berdagang kerbau.
Haji Anwar kemudian meneruskan usaha itu dan juga berhasil menjadi pedagang kerbau yang kaya.
Jadi, bagi keluarga kami, Haji Said bukan hanya orang kaya yang pernah tinggal sekampung. Ia adalah salah seorang yang menantunya ikut membuka jalan ekonomi keluarga kami.
Hubungan kedua keluarga bahkan berlanjut ke generasi berikutnya. Seorang cucu Haji Said yaitu H. Ali Mas’ud kemudian menikah dengan keponakan Haji Anwar yaitu Kamsinah.
Cerita perdagangan akhirnya menjadi cerita kekerabatan.
Seberapa besar 1.950 gulden?
Di sinilah berita tahun 1904 itu menjadi semakin menarik.
Yang dicuri dari rumah Haji Said bukan tanah, bukan rumah, bukan kerbau dan bukan nilai seluruh kekayaannya.













