Ditambhakan ia bahwa hakikat Sya’ban adalah bulan transisi pembuktian, jembatan dari niat baik menuju keteguhan amal. Sya’ban berfungsi seperti “ruang praktik”: memperbaiki kualitas shalat, memperbanyak istighfar, menertibkan waktu, dan menundukkan ego sosial. “Sya’ban adalah bulan ‘mendidik pelan’: menormalkan kebaikan hingga menjadi karakter,” tutup Prof. Rusdiana.
Page 2 of 2













