Menurutnya, PDAM Tirtawening sudah mengamati debit Sungai Cipanjalu selama 1,5 bulan lebih. Debit air di sana hanya mampu mengolah sekitar 10 liter per detik dari normalnya sebesar 20 liter per detik.
“Di malam hari pun hanya bisa mengolah 15 liter per detik,” kata Sonny.
Sedangkan instalasi Badaksinga, juga telah mengalami penurunan. Pasalnya, instalasi tersebut hanya mengandalkan Sungai Cikapundung.
“Debit Dago Bengkok bersumber dari Sungai Cikapundung biasanya sekitar 600 liter per detik berkurang menjadi sekitar 200 liter per detik,” ujar Sonny.
“Ini berpengaruh kepada proses produksi IPA Badaksinga yang biasanya mampu mengolah rata – rata 1800 liter per detik saat ini hanya mampu mengolah 1300 liter per detik,” imbuhnya.
Sonny mengungkapkan, upaya jangka pendek yang dilakukan agar mempertahankan air baku yang masuk ke IPA Badaksinga adalah dengan pengambilan langsung air baku dari sungai Cikapundung , Intake Sabuga dan Intake Cikalong.












