Berbeda sekali di dalam sistem Islam. Islam selalu memberikan solusi yang terbaik karena sistem ini berasal dari Zat Mahasempurna, Allah Swt. yang menciptakan seisi alam ini.
Pada masa Islam berjaya seorang pemimpin negara secara langsung memberikan pemahaman kepada masyarakat terutama melalui pendidikan, juga tentang wajibnya bekerja dan kedudukan orang-orang yang bekerja menurut pandangan Islam.
Penguasa memberikan keterampilan dan modal bagi orang-orang yang membutuhkan. Karena ini merupakan tanggung jawab penguasa yang wajib mengurusi dan menyejahterakan hidup rakyatnya. Seperti di dalam hadis yang berbunyi :
“Imam (khalifah) adalah raa’in (pengurus rakyat) dan ia bertanggung jawab atas kepengurusan rakyatnya.” (HR al-Bukhari)
Adapun langkah yang diambil oleh seorang pemimpin dalam siatem Islam agar umat melakukan aktivitas sesuai syariat yaitu :
- Menjaga akidah umat dan keterikatannya pada hukum syarak. Negara akan memenuhi kebutuhan dasar rakyat semisal pendidikan. Rakyat juga dibebaskan memilih pendidikan sesuai dengan potensinya termasuk memberikan berbagai keahlian dan juga keterampilan demi menunjang kualitas dalam pekerjaan.
- Memberikan secara cuma-cuma sarana dan prasarana bagi semua rakyat terutama laki-laki agar mau bekerja karena wajib hukumnya bagi laki-laki menafkahi keluarganya.
- Sektor industri di dalam sistem Islam akan lebih menyerap tenaga kerja dalam negeri dan diawasi oleh negara secara langsung, bukan dikendalikan pihak asing. Hasil industri akan dikembalikan lagi kepada rakyat demi kesejahteraan hidup masyarakat.
Dalam kaca mata Islam, kondisi orang yang tidak bekerja atau pengangguran akan sangat membahayakan terhadap akidah, pada kewajiban nafkah, dan bahkan berimbas pada kriminal.













