Akibat dari tingkat pengangguran yang tinggi, memberikan dampak besar bagi semua kalangan terutama kalangan bawah dan yang sudah berkeluarga. Kepala keluarga harus menghidupi anak juga istri dan harus menanggung biaya pendidikan sekolah.
Adapun faktor pemicu banyaknya pengangguran yaitu jumlah pelamar kerja banyak tetapi lowongan pekerjaan sedikit. Selain itu kurangnya keterampilan dan pengalaman seorang pelamar kerja sehingga tidak sesuai kriteria perusahaan.
Inilah yang menimbulkan persaingan serta menjadi masalah dalam perekonomian karena kurangnya pendapatan masyarakat sehingga menimbulkan kemiskinan dan memicu tingkat kriminalitas yang tinggi.
Seiring dengan lonjakan pengangguran di Indonesia, pemerintah berupaya menekan angka pengangguran yang semakin tinggi dengan membuka lowongan pekerjaan dan memberikan kartu prakerja bagi karyawan yang sudah diberhentikan kerja. Namun, semua upaya itu tidak membuahkan hasil yang maksimal karena tidak disertai dengan pelatihan dan keterampilan, serta modal yang susah diakses.













