Bandung, Beddanews.com
Wawancara Eksklusif dengan: Prof. Dr. H. A. Rusdiana, MM. Guru besar Manajemen Pendidikan UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Peraih Nominasi Penulis Opini terproduktitf di Koran Harian Umum Kabar Priangan (15/5/2025). Dewan Pembina PERMAPEDIS Jawa Barat; Dewan Pakar Perkumpulan Wagi Galuh Puseur. Pendiri dan Pembina Yayasan Sosial Dana Pendidikan Al-Mishbah Cipadung Bandung dan Yayasan Pengembangan Swadaya Mayarakat Tresna Bhakti Cinyasag Panawangan Kabupaten Ciamis Provinsi Jawa Barat.
GERHANA MATAHARI: BAYANGAN BULAN, CAHAYA IMAN: Makna Spiritual Gerhana Matahari: Lebih dari Sekadar Fenomena Langit
Fenomena gerhana matahari selalu memantik perhatian, bukan hanya karena keindahan langit yang berubah, tetapi juga karena kelangkaannya. Pada Minggu, 21 September 2025, sebagian wilayah Indonesia berkesempatan menyaksikan gerhana matahari parsial. Gerhana terjadi ketika bulan menutupi sebagian piringan matahari, sehingga tampak seperti bulan sabit raksasa di siang hari. Bagi masyarakat umum, momen langka ini biasanya dimanfaatkan untuk mengabadikan fenomena langit melalui foto atau video. Namun, bagi umat Muslim, gerhana memiliki dimensi lebih dalam: ia menjadi tanda kebesaran Allah SWT sekaligus pengingat untuk refleksi spiritual.












