Seorang pemimpin besar, jika strateginya berhasil, cukup tunjukkan data. Tidak perlu marah. Tapi Trump marah karena tidak punya data. Yang dia punya hanya ego.
*Apa Pelajaran untuk Indonesia?*
Inilah bagian paling penting. Saya bukan warga AS atau Iran. Kita orang Indonesia. Yang harus kita tanyakan: apa manfaatnya bagi kita?
Pertama: Kesabaran lebih berharga daripada kekuatan.
Indonesia adalah negara besar, tapi tidak sekuat AS. Kita punya laut luas, tapi kapal perang kita terbatas. Dalam posisi seperti ini, strategi yang terukur seperti yang dilakukan Iran meski kita tidak setuju dengan ideologinya, tapi patut kita pelajari caranya, bukan tujuannya.
Kedua: Jangan pernah memperlakukan sekutu seperti alat.
Indonesia dikelilingi negara sahabat: Malaysia, Singapura, Australia, dan lain-lain. Jika kita suatu hari bertindak seperti AS, memaksa, mengancam, mengabaikan pendapat mereka maka suatu saat mereka akan bicara seperti Merz bicara tentang Trump.













