BEI melalui platform IDXCarbon juga akan memfasilitasi perdagangan karbon secara terintegrasi. “Tujuan kami adalah memberikan transparansi harga dan daya saing di pasar karbon,” ujar Ignatius Denny Witjaksono, Kepala Divisi Pengembangan Bisnis 2 BEI.
Dalam diskusi yang berlangsung, fokus utama mencakup regulasi perdagangan karbon, mekanisme pasar, serta penguatan suplai dan permintaan di pasar domestik dan internasional. Pengembangan carbon accounting sebagai alat pemantauan NDC juga menjadi perhatian utama.
Acara ini menjadi tonggak penting bagi Indonesia, salah satu penghasil unit karbon terbesar, dalam menyongsong perdagangan karbon internasional. Selain berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim global, perdagangan karbon diharapkan meningkatkan ekonomi nasional melalui ekosistem karbon yang berkelanjutan. (Red).












