Bandung, BEDAnews,-
Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 Sektor Kepariwisataan di Gedung Ciremai Lantai 6 Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung jalan Setiabudi Bandung, Selasa (24/6).
“Kami berharap melalui kegiatan FGD ini dapat memberi masukan arah kebijakan untuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019 Sektor Kepariwisataan,” ujar Ketua DPP Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia (ICPI) Azril Azhari.
Menurut Azril, FGD yang merupakan interview salam small grup berjumlah 11-19 orang ini juga dilakukan untuk menggali Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 dan mengevaluasi RPJMN tahun lalu. “Banyak destinasi pariwisata kita yang kondisinya mengkhawatirkan seperti misalnya Raja Ampat yang bila tidak dilindungi bisa saja diambil alih oleh investor internasional,” ucapnya.
Mengenai perkembangan hotel di Indonesia Azril mengatakan bahwa saat ini franchise hotel di Indonesia dibuka bebas, “Banyak hotel yang dikelola investor asing berkembang di seluruh Indonesia, contohnya Swiss Bell Hotel. Hotel Indonesia sendiri belum mampu dibangun di luar negeri,” tegasnya.
FGD Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019 Sektor Kepariwisataan juga membahas berbagai prioritas bidang pembangunan pariwisata dan ekonomi kreatif. Seperti misalnya bidang pembangunan sosial budaya, kehidupan beragama, ekonomi, ilmu pengetahuan dan teknologi, sarana dan prasarana, politik, pertahanan dan keamanan, hukum dan aparatur, wilayah dan tata ruang, serta sumber daya alam dan lingkungan hidup.
Sektor Pariwisata merupakan industri yang akan terus berkembang, karena tahun 2030 diperkirakan jumlah wisatawan di dunia akan mencapai angka 1,8 miliar (sumber UNWTO). Selain itu pariwisata sangat penting karena pariwisata merupakan penyumbang devisa ke-4 di Indonesia, serta memiliki dampak ekonomi yang cukup signifikan terhadap PDB, tenaga kerja dan investas
Turut hadir dalam acara ini Staf Ahli Bidang Ilmu Pengetahuan dan Tekonologi Kemenparekraf Dadang Rizki Ratman, Ketua Himpunan Lembaga Pendidikan Tinggi Pariwisata Indonesia (Hildiktipari) Suhendroyono, Ketua DPP Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia (ICPI) Azril Azhari, dan para pakar sektor Kepariwisataan. (Lanie)
.











