Dijelaskannya, sebagai institusi pendidikan tinggi, Institut STIAMI memiliki tanggung jawab moral dan akademik dalam menjawab tantangan bangsa, termasuk isu perlindungan pekerja migran Indonesia. Melalui kemitraan strategis ini, kami percaya bahwa kolaborasi lintas sektor sangat penting untuk memperkuat perlindungan, peningkatan kapasitas dan literasi kebijakan publik bagi para pekerja migran.
“Melalui penguatan Tridharma Perguruan Tinggi, Institut STIAMI berkomitmen menjadi mitra aktif dalam pemberdayaan dan perlindungan migran, dengan mengintegrasikan isu ini ke
dalam kurikulum, riset dan pengabdian masyarakat,” imbuhnya.
“Melalui MoU, Institut STIAMI akan mendorong berbagai program
akademik yang berorientasi pada migrasi dan ketenagakerjaan global, mulai dari kuliah tematik, riset berbasis kebijakan, pengembangan modul literasi migrasi, hingga pengabdian masyarakat di komunitas purna migran,” tandasnya.













