*Mengapa poros ini muncul sekarang?*
Jawabannya sederhana: negara-negara tersebut lelah menjadi “tambang minyak berasap” yang keselamatannya ditentukan oleh kekuatan asing. Mereka ingin menjadi aktor, bukan panggung.
Apakah China dan Rusia mendukung poros ini? Tentu. Namun sebagai katalis, bukan sebagai pemimpin. Mereka adalah penyedia senjata, investasi, dan dukungan diplomatik di PBB. Perbedaannya sangat fundamental.
Dalam poros independen, Riyadh, Teheran, Ankara, Kairo, dan Islamabad yang menentukan arah. Moskow dan Beijing hanya ikut arus, bukan pembuat arus.
*Apa yang Harus Dilakukan Indonesia ?*
Sebagai mantan Penasehat Militer Indonesia untuk PBB, saya wajib menyampaikan satu hal: Indonesia tidak boleh terjebak dalam polarisasi ini, tetapi juga tidak boleh diam.













