“Kadang kala siklus kenaikan harga ini tidak wajar, yang menyebabkan kita susah menjual. Missal cabe, tadinya di Warteg biasanya kan menawarkan, ‘mas ini ada sambel’. Nah sekarang kan susah. Jadi sekarang pembeli bertanya, ‘mas ada sambalnya gak?. Jadi dengan adanya kenaikan harga cabai otomatis mengurangi pelayanan,“ kelakar Mukroni.
Walau demikian, Mukroni masih menganggap wajar jika ada kenaikan harga, tetapi ia berpendapat jika kenaikan itu terjadi tidak langsung tinggi, sehingga baginya sangat mengganggu pendapatan dan pelayanan.
“Melonjaknya terlalu tinggi, itu yang tidak kita harapkan,” sambungnya.
Lebih lanjut, Mukroni berpendapat bahwa, kenaikan harga cabai yang terjadi di beberapa daerah terjadi karena ada faktor lain, seperti curah hujan yang begitu tinggi atau faktor alam lainnya yang menyebabkan ketersediaan cabai jadi berkurang.













