Di sinilah paradoks kebijakan energi kita: harga dapat dijaga tetap stabil, sementara ketersediaan di lapangan masih menghadapi persoalan. Ini bukan alasan untuk menafikan upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat. Sebaliknya, keadaan tersebut harus menjadi momentum untuk menguji apakah kebijakan harga, pengadaan, penyimpanan, dan distribusi telah berjalan sebagai satu sistem yang tangguh.
Bagi negara, persoalannya bukan sekadar berapa harga BBM yang diumumkan, melainkan apakah energi benar-benar hadir ketika rakyat membutuhkannya.
*Ketika Angka Nasional Tidak Menjamin Ketersediaan*
Dalam manajemen strategis, tersedianya sumber daya di atas kertas tidak otomatis menjamin sumber daya itu dapat digunakan di lapangan. Ketersediaan harus disertai kemampuan mobilisasi, ketepatan distribusi, dan kesiapan menghadapi gangguan.













