Selain anak-anak usia sekolah, balita serta ibu hamil dan ibu menyusui juga menjadi penerima manfaat dalam Program Makan Bergizi Gratis ini.
“Saya mengajak ibu-ibu yang masuk dalam kategori tersebut, terutama yang belum menerima manfaat, untuk melaporkan dan memberikan data kepada kami. Data ini sangat penting bagi Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai dasar perencanaan program,” lanjut Neng Eem.
Program Makan Bergizi Gratis masih menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait keterbatasan infrastruktur, kondisi geografis, serta distribusi pangan yang belum merata.
Diperlukan kerja sama dan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta peran aktif masyarakat agar program ini berjalan efektif dan berkelanjutan.












