“Dengan skema yang berjalan saat ini, program MBG tidak hanya memberikan manfaat bagi anak-anak usia sekolah, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan di sekitar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Kehadiran dapur-dapur MBG diharapkan mampu memutar roda perekonomian masyarakat di sekitarnya, mulai dari tenaga kerja, pemasok bahan pangan, hingga pelaku usaha local,” jelas Neng Eem.
Transformasi pendidikan dan pembangunan manusia saat ini tidak cukup hanya berbicara tentang kurikulum dan metode pembelajaran. Pemerintah harus memastikan bahwa anak-anak kita tumbuh dalam kondisi sehat, tercukupi gizinya, serta memiliki kesiapan fisik dan mental yang baik.
Oleh karena itu, pemenuhan gizi yang seimbang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan manusia Indonesia.












