Muh Haris menguraikan pentingnya konsumsi aneka ragam pangan sesuai prinsip “Isi Piringku”, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat dalam proses pengolahan makanan, aktivitas fisik yang cukup, serta pemantauan berat badan secara berkala melalui posyandu maupun unit kesehatan sekolah.
Implementasi program MBG merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam menjamin hak dasar masyarakat atas pangan yang berkualitas. Karena itu, pendekatan kolaboratif menjadi kunci agar program tidak hanya bersifat seremonial, melainkan benar-benar memberikan dampak berkelanjutan.
“Ini adalah tanggung jawab bersama. Sinergi antara pemerintah, akademisi, sektor swasta, dan masyarakat sipil sangat dibutuhkan untuk mengawal efektivitas program ini,” tutup Muh Haris.












