Namun demikian, Ahmad Labib juga mengingatkan pentingnya pengawasan dalam implementasi program agar berjalan optimal. Ia menilai bahwa potensi penyimpangan harus diantisipasi dengan sistem dan regulasi yang kuat.
“Dalam pelaksanaan tentu ada tantangan, termasuk potensi penyimpangan. Karena itu, pengawasan dan tata kelola yang baik menjadi kunci agar program ini benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” tambahnya.
Melalui sosialisasi ini, diharapkan pemahaman masyarakat terhadap program MBG semakin meningkat, sekaligus mendorong partisipasi aktif dalam mendukung keberhasilan program menuju Indonesia Emas 2045.













