“Program MBG ini memiliki dimensi kesehatan yang sangat kuat. Presiden ingin agar manusia Indonesia sejak dalam kandungan sudah mendapatkan asupan gizi yang cukup. Kemudian setelah lahir hingga masa pertumbuhan dan remaja, negara hadir memastikan kebutuhan gizinya terpenuhi. Ini penting karena angka stunting dan kurang gizi di Indonesia masih cukup besar,” ujar Ahmad Labib saat melakukan pemaparan sosialisasi program MBG di Universitas Muhammadiyah Gresik pada Jumat, (3/4) siang.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti besarnya potensi ekonomi yang dihasilkan dari program ini.
“Program ini menyedot anggaran negara yang cukup besar, sehingga harus memberikan efek kesejahteraan. MBG harus mampu menciptakan lapangan kerja baru. Satu SPPG bisa menyerap sekitar 50 tenaga kerja. Jika dikalikan dengan puluhan ribu unit, maka ini menjadi peluang besar dalam penciptaan lapangan kerja,” jelasnya.













