Ia menambahkan, program MBG menjadi langkah strategis untuk memutus rantai kemiskinan antar generasi akibat stunting dan kekurangan gizi.
Menurutnya, intervensi negara sangat penting agar bonus demografi pada 2045 dapat benar-benar menjadi kekuatan pembangunan, bukan beban ekonomi.
Sementara itu, Mochamad Halim, dari Badan Gizi Nasional (BGN), menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk menjangkau seluruh kelompok rentan, mulai dari peserta didik PAUD hingga SMA, serta balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
“Pemenuhan gizi di masa tumbuh kembang dan masa kehamilan adalah titik paling krusial dalam menciptakan generasi sehat dan produktif. Karena itu, MBG dirancang agar manfaatnya dirasakan langsung oleh mereka yang paling membutuhkan,” jelas Halim.












