“Program ini tidak hanya memberi makanan bergizi, tetapi juga membangun masa depan bangsa melalui peningkatan kualitas gizi anak sejak dini, kita ingin anak-anak tumbuh sehat dari hasil bumi daerah sendiri ini bukan hanya soal gizi, tapi juga tentang kemandirian ekonomi Lumajang,” harap Amin AK.
Perwakilan Badan Gizi Nasional, Mochamad Halim, menjelaskan bahwa MBG berpedoman pada empat pilar utama yakni kecukupan kalori, gizi seimbang, keamanan pangan, dan pemanfaatan bahan pangan lokal.
“Program ini bukan sekadar memberi makan, melainkan memastikan anak-anak Indonesia tumbuh sehat, cerdas, dan siap menghadapi masa depan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya partisipasi publik dalam pengawasan pelaksanaan program agar transparan dan akuntabel. “Dengan sinergi semua pihak, kita bisa memastikan tidak ada lagi anak Indonesia yang tertinggal akibat kekurangan gizi,” pungkasnya.












