“Jika kebutuhan gizi tidak terpenuhi sejak masa awal kehidupan, maka dampaknya bisa permanen. Anak berisiko stunting, memiliki daya pikir rendah, dan sulit berdaya saing di masa depan,” ujar Netty Prasetiyani.
Netty juga menyoroti pentingnya keterlibatan ibu-ibu Lumajang dalam memastikan anak-anaknya mendapat asupan bergizi seimbang dari bahan pangan lokal. Ia menilai Program MBG sebagai langkah nyata untuk memperkuat ketahanan gizi sekaligus memberdayakan petani dan pelaku UMKM daerah.
“Lumajang punya potensi pangan lokal luar biasa. Jika dikelola dengan baik, tidak hanya anak-anak yang sehat, tapi ekonomi masyarakat juga ikut tumbuh,” tegasnya.
Sementara itu, Amin AK, menilai MBG sebagai investasi jangka panjang yang menyiapkan generasi Indonesia yang sehat dan berdaya saing. Menurutnya, program ini bukan sekadar menyediakan makanan, tetapi juga membangun masa depan bangsa.













