Sugiat menjelaskan paradigma politik luar negeri bebas-aktif Presiden Prabowo adalah diplomasi ofensif, yaitu sebuah strategi membangun hubungan luar negeri yang proaktif dalam memperjuangkan kepentingan nasional.
Dia mengatakan, diplomasi ofensif dijalankan dalam merespons serta mengantisipasi krisis. Artinya, kata dia, Presiden prabowo mengambil inisiatif untuk menetapkan agenda, membangun aliansi dan memberikan tekanan strategis agar negosiasi berjalan sesuai tujuannya.
“Prabowo melangkah lebih awal sebelum didikte oleh negara lain. Dia mengambil posisi tegas dalam menyatakan kedaulatan, posisi politik dan membela warga negaranya dengan terukur,” katanya.
Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI ini menuturkan, ada 3 negara Eropa yang dikunjungi oleh Presiden Prabowo di Akhir Mei 2026 ini, yaitu Prancis, Austria dan Hungaria. Ketiga Negara ini memiliki posisi strategis yang dibutuhkan Indonesia.













